Home / Berita / Wujudkan Smart City, Pemerintah Daerah Harus Kolaborasi dengan Penyedia Solusi TI

Wujudkan Smart City, Pemerintah Daerah Harus Kolaborasi dengan Penyedia Solusi TI

Kota Makassar memperoleh kehormatan untuk menjadi tempat dimulainya (kick-off) program Gerakan Menuju 100 Smart City yang merupakan kolaborasi sinergis antara lembaga pemerintah dan swasta di Indonesia.

Melalui gerakan ini, pemerintah kota dan kabupaten akan mendapatkan bimbingan dari tim ahli yang dibentuk Pemerintah Pusat yang akan membantu meletakkan aspek-aspek fundamental dalam pengembangan smart city. Makassar sendiri dikenal sebagai salah satu kota yang giat mewujudkan smart city di daerahnya.

Seremoni peluncuran program ini dilaksanakan untuk mengawali acara Indonesia Smart City Summit 2017 yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, pada hari Senin – Selasa, 22 – 23 Mei 2017.

Melalui acara ini, puluhan walikota dan bupati dari seluruh Indonesia berdiskusi dan saling berbagi terkait pembangunan smart city di kota maupun kabupaten masing-masing. Para pemimpin daerah tersebut diharapkan bisa saling belajar mengenai peluang maupun tantangan penerapan di daerah yang mereka pimpin.

Dimulai 25 Kota/Kabupaten

Peresmian Gerakan Menuju 100 Smart City di Makassar ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara perwakilan Pemerintah Pusat dengan 25 pemimpin daerah yang terpilih sebagai peserta tahap pertama.

Dalam dua tahun ke depan, akan dipilih 75 kota dan kabupaten lainnya. Dengan demikian, di tahun 2019 nanti, diharapkan akan terbentuk 100 kota/kabupaten yang memiliki fondasi kuat untuk menjadi smart city.

Ke-25 pemimpin daerah ini telah melalui proses assessment yang mengukur kesiapan visi, regulasi, SDM, serta potensi di tiap daerah. Assessment ini dilakukan oleh tim ahli yang terdiri dari elemen pemerintah, swasta, dan akademisi dari Kemkominfo, INSW, IKTII, CitiAsia, Perbanas Institute, ITB, UI, dan UMN.

Pemilihan kota/kabupaten di Gerakan Menuju 100 Smart City dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan, Dimensi Pembangunan Pemerataan dan Kewilayahan, serta Nawa Cita.

Menggandeng Penyedia Solusi TIK

Dalam membangun smart city, pemerintah daerah tentu saja tidak bisa bekerja sendiri. Setelah memiliki roadmap dan grand design menuju kota cerdas, penting bagi walikota dan bupati untuk memilih partner kerja sama yang tepat dari pihak swasta, khususnya para penyedia solusi TIK.

Siemens mengaku siap membantu kota dan kabupaten di Indonesia untuk menjawab tantangan urbanisasi, seperti yang disebutkan Menkominfo.

“Kami telah mendirikan Global Cities Center of Competence yang berpusat di The Crystal, London, untuk menangani kebutuhan setiap pemimpin daerah dan berdialog dengan pengambil kebijakan,” tukas Helman Trisakti (Head of Mobility Division, PT Siemens Indonesia).

Bagi daerah-daerah di Indonesia, Siemens mencoba menawarkan solusi smart city di sektor mobilitas, meliputi transportasi publik berbasis rel dan manajemen lalu lintas.

Diharapkan, sistem transportasi massal perkotaan yang terpadu ini dapat meningkatkan kualitas hidup warga dan membuat kota menjadi lebih nyaman ditinggali sehingga dapat memunculkan peluang bisnis, sehingga berujung pada pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Siemens juga menawarkan solusi manajemen lalu lintas perkotaan. Solusi tersebut adalah sistem kendali lalu lintas virtual yang bisa memantau arus lalu lintas atau mengambil data mengenai pemakaian lahan parkir. Bahkan, sistem ini juga bisa mengatur lalu lintas melalui pengaturan lampu lalu lintas atau rambu lalu lintas yang dinamis.